Category: Uncategorized

Tempat-Tempat Wisata yang Indah di Bandung

059Bukan hanya di Luar Negeri saja terdapat tempat-tempat wisata yang indah, tetapi  Di negeri kita sendiri, Indonesia juga tidak kalah lho! Salah satunya kota Bandung, kota yang terkenal dengan Gedung Sate. Bandung yang saat ini dipimpin oleh Ridwan Kamil ini juga menjadi salah satu kota dengan pergerakan pusat rekreasi dan perbelanjaan yang tergolong cepat.

Kota bandung, selain banyak pelajar pendatang, juga banyak selalu menjadi pilihan masyarakat, terutama warga JABODETABEK, untuk menghabiskan akhir pekannya.
Berikut adalah 5 tempat wisata di Bandung yang sedang ngetop akhir-akhir ini :

    Selasar Sunaryo Art Space Bandung
4

Tempat arsty yang ini berlokasi Bukit Pakar Timur No.100, Bandung. Tempat ini secara berkala menyelenggarakan pemeran dari seniman-seniman ternama Indonesia. Selasar Sunaryo Art Space ini menyediakan fasilitas kafe, tempat belanja, dan perpustakaan yang di desain unik.

    Dusun Bambu Bandung
13

Dusun Bambu Bandung terletak di Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Desa Cisarua, Kolonel Masturi dekat objek wisata Curug Cimahi. Restoran ini terdapat area Purbasari untuk menampung Anda dan keluarga, serta area Burangrang Café dengan konsep yang lebih modern. Suasana khas Sunda kental terasa di Dusun Bambu ini.

Saung Angklung Udjo
37

Di Saung Angklung Udjo inilah kita akan lebih mengenal seni dan budaya Sunda dengan alat musiknya, yaitu angklung. Wayang golek, helaran, tari topeng, dan orchestra angklung secara bergantian selalu dipentaskan di sore hari. Pentas seni ini ditujukan untuk melestarikan seni dan budaya khas Sunda.

 Danau Situ Patenggang
72

Danau Situ Patenggang hanya berjarak sekitar 7 Km dari Kawah Putih Ciwidey, Bandung Selatan, yang terkenal dengan pesona alamnya. Danau ini pernah menjadi salah satu tempat shooting film `Heart` yang dibintangi oleh Nirina Zubir, Irwansyah, dan Acha Septriasa pada tahun 2006. Selain menikmati pemandangan danau, di sini juga bisa berpiknik atau bermain perahu air.

Museum Geologi Bandung
73

Museum satu ini berlokasi di jalan Diponegoro, dekat dengan Gedung Sate, Bandung. Selain sebagai tempat mendapatkan ilmu mengenai geologi, di sini sangat menyenangkan karena terdapat berbagai fosil dinosaurus. Dengan biaya yang tak terlalu mahal, berrekreasi bersama anak-anak ke Museum Geologi Bandung ini bisa menjadi pilihan.

Nah Vacationers dah tau kan sekarang… Indonesia juga punya tempat-tempat wisata yang indah lho, semoga bermanfaat yaa …… ;)

Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali

Galungan 2014Hari raya Galungan memiliki makna kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Ketidakbenaran), jatuh setiap 210 hari sekali tepatnya pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan (kalender Bali). Perayaan hari raya Galungan identik dengan pemasangan penjor di tepi jalan di depan setiap rumah. Sehingga membuat suasana modern terlihat alami dan indah. 10 hari setelah perayaan hari raya Galungan akan diikuti oleh hari raya Kuningan.

Penjor adalah hiasan yang terbuat dari bambu dan dihias sedemikian rupa sesuai dengan tradisi masyarakat Bali setempat. Penjor yang terpasang di tepi jalan (setiap rumah) itu sendiri merupakan haturan ke hadapan Sang hyang Widhi Wasa (Tuhan YME).

Arti dari kata Galungan sendiri berasal dari Jawa Kuno yang berarti bertarung, atau biasa disebut dengan Dungulan yang berarti menang. Sedangkan perbedaan penyebutan wuku Galungan (Jawa) dan wuku Dungulan (Bali) adalah sama artinya, yaitu menang.

Kapan perayaan pertama kali Galungan?

Menurut Lontar Purana Bali Dwipa, hari raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari purnama kapat (Budha Kliwon Dungulan) di tahun 882 Masehi atau tahun saka 804. Lontar tersebut berbunyi: “Punang aci Galungan ika ngawit, Bu, Ka, Dungulan sasih kacatur, tanggal 15, isaka 804. Bangun indria Buwana ikang Bali rajya.” Artinya: “Perayaan (upacara) Hari Raya Galungan itu pertama-tama adalah pada hari Rabu Kliwon, (Wuku) Dungulan sasih kapat tanggal 15, tahun 804 Saka. Keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka.”

Lontar sendiri merupakan pustaka suci (yang disucikan)/kitab pedoman bagi umat Hindu.

Galungan dan Kuningan dirayakan sebanyak dua kali dalam setahun kalender Masehi. Perhitungan perayaan kedua hari raya tersebut berdasarkan kalender Bali. Galungan setiap hari Rabu pada wuku Dungulan. Sementara Kuningan setiap hari Sabtu pada wuku Kuningan.

Makna hari raya Galungan dan Kuningan

Secara filosofis, Hari Raya Galungan dimaksudkan agar umat Hindu mampu membedakan dorongan hidup antara adharma dan budhi atma (dharma = kebenaran) di dalam diri manusia itu sendiri. Kebahagiaan bisa diraih tatkala memiliki kemampuan untuk menguasai kebenaran.

Dilihat dari sisi upacara, adalah sebagai momen umat Hindu untuk mengingatkan baik secara spiritual maupun ritual agar selalu melawan adharma dan menegakkan dharma. Bisa disimpulkan bahwa inti Galungan ialah menyatukan kekuatan rohani agar umat Hindu mendapat pendirian serta pikiran yang terang, yang merupakan wujud dharma dalam diri manusia.

Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan me-nangnya dharma melawan adharma.